Ketika cinta bersemi di antara kita......
Disaat gejolak cinta merasuk kedalam jiwa....
Sering kudengar kalimat indah dari bibirmu…...
Slalu kurasa lembutnya cinta kasihmu.....
Terlantun bagai simphoni melodi yang indah.....
Terlukis bagai goresan pelangi yang sempurna….
Semakin lama semakin kurasa beda......
Kisah cinta yang kini,, tak seperti dulu yang indah.....
Kurasa kini kau telah berubah.....
Dimanakah kamu yang dulu…??
Sikapmu kini tak seperti kau yang dulu....
Kini,, sucinya kasihmu tak lagi kurasakan.....
Lembutnya belaianmu tak lagi kau berikan…...
Perempuanku......aku rindu.....
Aku rindu senyuman yang dulu slalu kau pancarkan.......
Perempuanku….....
Aku rindu kasih sayangmu yang dulu slalu kau berikan......
Aku rindu kalimat yang dulu slalu kau ucapkan......
Bulan,,,,,,,,
Kembalikan Perempuanku.......
Bintang,,,,,,,
Dimanakah Perempuanku yang dulu?.........
Peri – peri,,,,,
Kuingin Dia kembali…...
Perempuan Bulanku,,,,,
Aku rindu sosokmu yang dulu…....
sesaat aku termenung menatap embun pagi yang jatuh bergayut d hijau daun…...
angin rerumputkan yg menerpa helai rambutku dan kurasakan semilirnya……
sesaat aku teringat akan dirimu..........
andaikan kau ada dsni saat ini alangkah sempurnanya hari ini oh kekasihku…......
ku tau kau dsebrang sana......
ku tau kau jauh dsna........
tetapi dsi aku akan sllu menunggumu dengan cinta yang utuh...................
kasih…....
andi kau tau…....
betapa ku mengharapkan mu ada di sisi ku?
slalu menemaniku kala suka atu duka…..
tapi…....
kau jauh di sana….
membawa sejuta impian kita…....
namun aku disini…
memendam kerinduan dan harapan…
kasih….
bawalah cinta suciku bersamamu….
jagalah dia dengan kasih dan sayang mu….
jangan pernah kau hancurkan….
aku akan selalu menjaga cinta suci kita…
sampai akhir hayat ku……!!!!!
ku bungkam hati Ku untukmu.........
aku peras habis sayang ku untkmu.......
Aku lempar jauh-jauh ragu untuk dari mu ya..!!
Hanya untukmu rasa sayang ku.
Bukan seperti tali yg berakhir putus........
Bukan seperti daun yg kan gugur........
Bukan seperti kertas yg berakhir sobek......
Bukan pula seperti debu mudah hilang karna angin......
namun. . . !
sayang ini layaknya bumi yg ta’ habis meski trus di gali.......
Layaknya lautan yg tak bisa di pisahkan dngan asin.......
Layaknya langit tak jelas kbrada,an nya.....
Layakny ilmu yg ta’kan habis meski terus di pelajari..!
Ku mencintaimu ta’ubahnya sang bumi mencintai matahari.......
yg rangat setia menerangi hingga sore.
Ta’ pernah bisa habis kala pagi menjemput,
aku mencintaimu............
seperti kemarau merindukan hujan,
serasa ta’kuat bertahan tanpa tetesan kesejukan darimu......
Karna 1 tetesan tangis darimu..........
mampu sejukan seluruk relung hati yg membara.
Jika ku ta’ mencintaimu,apalah arti mu untuk ku?........
jika kau ta’mencintai ku, apalah arti diriku untukmu.....
Ijinkan hati ini saling memiliki biarakan saling memuja dan memuji.
Persilahkan hati ini saling mencinta dan merindu kasih karna ta’bisa terpungkiri.
Aku butuh dirimu walau engkau merasa bosan hadir untk Ku.
Ijinkan aku merindumu selalu.........
Ijinkan aku menantimu setia......
Walau aku ta’ sekuat batu karang walau aku ta’sehebat pohon beringin
Tapi aku berusaha. . !
Terasa berat memang jalan ku.......
tetapi jika tujuan jalan itu adalah dirimu akan ku lalui demi kecinta,an hatiku padamu.
Bahagia hatiku bisa ungkapkan dari uraian.
rasaku ta’kan ada lagi kebohongan di dalamnya
Dia……..
yang bersemayam di dalam nirwana yang memiliki segala kuasa dan keajaibanNya
Dia……..
yang membentuk tanah dan debu merangkainya jadi raga yg menghembuskan nafas kehidupan ke dalamnya
Manusia nama yang diberikanNya
Karna Dia manusia itu punya cerita yang terukir dalam hidupnya
dengan cerita suka dan duka silih berganti
dan manusia itu adalah kita.......
lewat banyak prahara Dia membentuk kita.......
menjadikan kita seperti yang diinginiNya.......
Karna Dia lewat kasih dan setiaNya kita dilindungi semua lara nestapa di lipurNya
Karna Dia Kita akan berpulang lagi padaNya........
menyerahkan segala yang pernah diberikanNya......
Semua berawal dari Dia dan berakhir padaNya jua........
Duduk termenung dibukit tiada tanah rata,,,,,
Menatap angkasa membayangkan wajahnya yang jelita,,,,,,
Sayup-sayup angin malam membius jiwa nan raga,,,,,,,,,
Seolah terlemparlah penat kepada hayatiku tanpa diminta.
Dalam benakku, Sedang apa dan dimana kau kini?
Kabar lembut tak nampak oleh mata hati,,,,,,
Sehingga serasa kalut serasa ditengah laut.
Dan membuatku tak bisa bicara membisu bertekut lutut…
Sayang?...................
Bila ku salah dalam wicara tata langkah,,,,,,,
Maka,maafkanlah.
Dan bila ku telah melanggar aturan uraian nan kesopanan?
Sekali lagi,maafkalah aku yang telah melakukan kekhilafan.
Ku disini tak bisa bicara dalam ruang semu,
karena bayanganmu tak dapat ku rengkuh olehku,
Bukalah pintu maafmu,
Dan melangkah bersama lagi tuk raih bahagia membuang rasa pilu…
Anak ku……
Ketika pilihan t’lah kau putuskan.
segala harapan t’lah kau tautkan
ikhlas dan rhido harus kau tambatkan
karena takdir Illahi tak dapat kau elakan?
Anak ku……….
Cinta adalah anugrah Illahi,
tapi janganlah kau terlena?........
karena di dunia ini tak ada yang abadi
cinta sejati hanyalah kepada Illahi robbi
janganlah kau berpaling ke lain hati
Anak ku…………..
Jadilah perhiasan yang kemilau,
penyejuk hati belahan jiwa?
Penentram rasa gundah gulana.....
tempat berbagi suka dan duka
tempat berlabuh di kala lelah tempat berteduh
di kala mendung tempat tambatan hati memadu kasih,
tempat curahan segenap jiwa
Anak ku……….
Jadilah ratu rumah tangga yang bijaksana.
jadilah pendamping yang setia
dan jadilah ibu yang selalu didamba
jalanilah hidup dan kehidupan ini dengan akhlak mulia
Anak ku………
Rumah tangga Rasullah yang patut kau teladani,
alquran dan sunnah Rasullah yang patut kau pedomani
semoga, Allah ridho akan kebahagiaan mu hingga akhir nanti

0 komentar:
Posting Komentar